MPASI: Panduan Awal untuk Bayi

Dipublikasikan 3 Juli 2026 · HitungSehat

👉 Langsung ke Kebutuhan ASI Bayi ↗

MPASI (Makanan Pendamping ASI) adalah tonggak penting tumbuh kembang bayi. Memulainya dengan tepat membantu mencegah masalah gizi termasuk stunting. Ini panduan awalnya.

Kapan mulai MPASI?

Anjuran umum memulai MPASI adalah saat bayi berusia sekitar 6 bulan, ketika ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi. Sebelum itu, ASI eksklusif dianjurkan.

Setiap bayi berbeda, jadi perhatikan juga tanda kesiapannya.

Tanda bayi siap MPASI

Bayi bisa duduk dengan kepala tegak, tertarik pada makanan, dan refleks menjulurkan lidah mulai berkurang. Tanda-tanda ini menunjukkan kesiapan menerima makanan padat.

Bila ragu, konsultasikan dengan dokter atau bidan.

Prinsip tekstur dan frekuensi

Mulai dari tekstur halus (puree), lalu naik bertahap ke lebih kasar seiring usia. Frekuensi dan porsi juga bertambah sejalan pertumbuhan.

Kenalkan satu bahan baru bertahap untuk memantau reaksi alergi.

Pentingnya protein hewani

MPASI kaya protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan hati sangat penting untuk pertumbuhan dan pencegahan stunting. Zat besi dari sumber hewani juga mudah diserap.

Lengkapi dengan sayur, buah, dan sumber lemak sehat untuk gizi seimbang.

Pantau tumbuh kembang

Timbang dan ukur bayi secara rutin di posyandu, lalu bandingkan dengan grafik di buku KIA. Yang dinilai adalah tren pertumbuhan, bukan satu pengukuran.

ASI tetap dilanjutkan bersama MPASI hingga usia 2 tahun atau lebih.

Perkirakan kebutuhan ASI harian bayi

Hitung Kebutuhan ASI →

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan waktu tepat mulai MPASI?

Umumnya sekitar usia 6 bulan, saat ASI saja tidak lagi mencukupi dan bayi menunjukkan tanda kesiapan.

Apakah MPASI harus mengandung protein hewani?

Sangat dianjurkan. Protein hewani dan zat besinya penting untuk pertumbuhan dan mencegah stunting.

Apakah ASI dihentikan saat MPASI?

Tidak. ASI tetap dilanjutkan bersama MPASI hingga usia 2 tahun atau lebih.