Anemia akibat kekurangan zat besi masih umum di Indonesia, terutama pada remaja putri dan ibu hamil. Padahal dampaknya nyata pada energi dan konsentrasi. Ini yang perlu diketahui.
Apa itu anemia defisiensi besi
Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat untuk mengangkut oksigen. Penyebab paling umum adalah kekurangan zat besi.
Akibatnya tubuh mudah lelah karena jaringan kurang oksigen.
Kenapa remaja putri dan ibu hamil rentan
Menstruasi menyebabkan kehilangan zat besi rutin, sementara kehamilan meningkatkan kebutuhan besi secara tajam. Bila asupan tidak mencukupi, cadangan besi menipis.
Karena itu kelompok ini butuh perhatian khusus pada asupan besi.
Gejala yang perlu diwaspadai
Lemas, pucat, mudah lelah, pusing, dan sulit konsentrasi adalah gejala umum. Pada remaja, ini bisa menurunkan prestasi belajar.
Bila gejala menetap, pemeriksaan darah bisa memastikan.
Sumber zat besi yang mudah diserap
Zat besi dari sumber hewani (hati, daging merah, ikan) lebih mudah diserap dibanding dari nabati. Sumber nabati seperti bayam dan kacang tetap bermanfaat.
Menyantapnya bersama sumber vitamin C (jeruk, tomat) meningkatkan penyerapan.
Tips penyerapan lebih baik
Hindari minum teh atau kopi tepat saat makan sumber besi karena menghambat penyerapan. Beri jeda beberapa saat.
Untuk kebutuhan spesifik, terutama saat hamil, ikuti anjuran dokter.