Masukkan berat dan tinggi badan untuk mengetahui BMI (IMT) kamu, lengkap dengan kategori menurut standar Kemenkes RI dan rentang berat badan ideal.
Contoh: 60
Contoh: 165
Nilai BMI Kamu
—
—
Rentang berat badan ideal untuk tinggimu
—
Dasar perhitunganRumus IMT = berat (kg) ÷ tinggi (m)², dengan klasifikasi Kemenkes RI.
SumberKlasifikasi IMT Kemenkes RI (P2PTM) & standar WHO.
Terakhir diperbarui3 Juli 2026
Catatan: BMI adalah alat skrining sederhana, bukan diagnosis. BMI tidak membedakan massa otot dan lemak, sehingga bisa kurang akurat untuk atlet, ibu hamil, lansia, dan anak-anak. Untuk penilaian menyeluruh, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.
Klasifikasi BMI menurut Kemenkes RI
Indonesia memakai klasifikasi Indeks Massa Tubuh (IMT) dari Kemenkes yang sedikit berbeda dari angka global. Berikut kategorinya:
Kategori
Nilai IMT
Kurus (berat)
< 17,0
Kurus (ringan)
17,0 – 18,4
Normal
18,5 – 25,0
Gemuk (ringan)
25,1 – 27,0
Gemuk (berat)
> 27,0
Apa itu BMI?
BMI (Body Mass Index) atau IMT adalah angka yang membandingkan berat badan dengan tinggi badan. Angka ini membantu memperkirakan apakah berat badanmu tergolong kurang, ideal, atau berlebih secara umum.
Kenapa BMI penting?
BMI di luar rentang normal dikaitkan dengan risiko kesehatan tertentu, seperti masalah metabolik atau kekurangan gizi. Tapi BMI hanyalah titik awal — kondisi kesehatan sesungguhnya perlu dinilai bersama faktor lain seperti lingkar pinggang, pola makan, dan aktivitas fisik.
Bagaimana cara menaikkan atau menurunkan BMI dengan sehat?
Perubahan berat badan yang sehat berlangsung bertahap melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur. Hindari cara ekstrem. Jika kamu ingin mengatur berat badan secara terukur, mencatat asupan makanan harian bisa sangat membantu memahami kebutuhan tubuhmu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa BMI yang ideal?
Menurut Kemenkes RI, BMI normal berada di rentang 18,5 sampai 25,0. Di dalam rentang inilah berat badan dianggap seimbang dengan tinggi badan.
Apakah BMI berlaku untuk semua orang?
Tidak sepenuhnya. BMI kurang akurat untuk atlet berotot, ibu hamil, lansia, dan anak-anak. Untuk anak, digunakan grafik pertumbuhan khusus, bukan BMI dewasa.
Kenapa BMI Indonesia beda dengan luar negeri?
Klasifikasi Kemenkes disesuaikan dengan karakteristik populasi Indonesia. Karena itu batas kategorinya sedikit berbeda dari angka WHO global.
BMI saya normal tapi perut buncit, apakah sehat?
BMI tidak mengukur distribusi lemak. Lemak perut berlebih tetap berisiko meski BMI normal. Ukur juga lingkar pinggang dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.