Menghitung BMI anak berbeda dari orang dewasa. Menggunakan kategori dewasa untuk anak justru bisa menyesatkan. Artikel ini menjelaskan cara membaca BMI anak dengan benar.
Kenapa BMI anak berbeda?
Pada anak, komposisi tubuh berubah pesat seiring pertumbuhan dan berbeda antara anak laki-laki dan perempuan. Karena itu, BMI anak tidak dinilai dengan angka tetap seperti dewasa (18,5–25), melainkan dibandingkan dengan anak seusia dan sejenis kelamin.
Persentil menurut usia dan jenis kelamin
BMI anak dibaca melalui grafik persentil BMI-per-usia. Persentil menunjukkan posisi anak dibanding teman seusianya. Umumnya, di bawah persentil ke-5 tergolong kurus, persentil 85–95 berisiko gemuk, dan di atas 95 tergolong obesitas.
Peran KMS dan buku KIA
Di Indonesia, pertumbuhan anak dipantau lewat Kartu Menuju Sehat (KMS) dalam buku KIA menggunakan standar WHO. Petugas posyandu atau dokter anak yang paling tepat memplot dan menafsirkan angka BMI anak pada grafik ini.
Jangan pakai kategori BMI dewasa
Menerapkan kategori BMI dewasa pada anak bisa menimbulkan kesimpulan yang salah — membuat orang tua cemas berlebihan atau justru abai. Kalkulator memberi angkanya; interpretasi persentilnya sebaiknya dilakukan tenaga kesehatan.
Kapan perlu konsultasi
Jika angka BMI anak jauh menyimpang, atau kamu khawatir dengan berat dan pertumbuhannya, konsultasikan ke dokter anak atau posyandu. Yang terpenting adalah tren pertumbuhan dari waktu ke waktu, bukan satu angka.