BMI (Body Mass Index) atau IMT adalah cara sederhana untuk menilai apakah berat badan seseorang tergolong kurang, ideal, atau berlebih. Tapi tahukah kamu bahwa Indonesia punya klasifikasi BMI yang sedikit berbeda dari angka global? Artikel ini menjelaskannya dengan tuntas.
Apa itu BMI?
BMI dihitung dengan membagi berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Misalnya, seseorang dengan berat 60 kg dan tinggi 1,65 m memiliki BMI sekitar 22. Angka ini membantu memperkirakan status berat badan secara umum.
Klasifikasi BMI menurut Kemenkes
Kementerian Kesehatan RI memakai klasifikasi berikut: kurus berat di bawah 17, kurus ringan 17–18,4, normal 18,5–25,0, gemuk ringan 25,1–27, dan gemuk berat di atas 27. Klasifikasi ini disesuaikan dengan karakteristik populasi Indonesia, sehingga batasnya sedikit berbeda dari standar WHO global.
BMI vs berat badan ideal
Selain BMI, banyak orang ingin tahu berat badan idealnya. Salah satu cara populer di Indonesia adalah rumus Broca. Namun, "berat ideal" sebenarnya bukan satu angka pasti — lebih tepat dilihat sebagai rentang sehat berdasarkan BMI normal (18,5–25).
Keterbatasan BMI
BMI adalah alat skrining, bukan diagnosis. Ia tidak membedakan massa otot dan lemak, sehingga kurang akurat untuk atlet berotot, ibu hamil, lansia, dan anak-anak. Seseorang dengan BMI normal pun tetap bisa memiliki lemak perut berlebih. Karena itu, lingkar pinggang dan pola hidup juga penting diperhatikan.
Menjaga berat badan sehat
Perubahan berat badan yang sehat berlangsung bertahap melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur. Hindari cara ekstrem. Mencatat asupan makanan dan memahami kebutuhan kalori harian bisa sangat membantu dalam mengelola berat badan secara terukur.
Coba langsung kalkulatornya:
Buka Kalkulator BMI