BMR sering muncul saat kita membahas kalori dan diet, tapi tidak semua orang paham artinya. Memahami BMR adalah langkah awal untuk mengelola berat badan secara cerdas. Artikel ini menjelaskannya dengan sederhana.
BMR adalah "kalori dasar" tubuh
BMR (Basal Metabolic Rate) adalah jumlah kalori yang tubuhmu bakar saat benar-benar istirahat, hanya untuk menjalankan fungsi vital seperti bernapas, memompa darah, mengatur suhu, dan menjaga sel tetap hidup. Ini adalah energi minimum yang kamu butuhkan meski hanya berbaring seharian.
Cara menghitung BMR
Rumus yang paling banyak dipakai adalah Mifflin-St Jeor, yang memperhitungkan berat, tinggi, usia, dan jenis kelamin. Rumus ini dianggap cukup akurat untuk kebanyakan orang. Hasilnya adalah angka kalori per hari saat istirahat total.
Faktor yang memengaruhi BMR
BMR dipengaruhi banyak hal: massa otot (semakin banyak otot, semakin tinggi BMR), usia (cenderung menurun seiring bertambahnya usia), jenis kelamin, ukuran tubuh, dan genetik. Inilah alasan dua orang dengan berat sama bisa punya BMR berbeda.
BMR vs TDEE
BMR adalah kebutuhan saat diam. Karena kamu bergerak dan beraktivitas, kebutuhan harian sebenarnya lebih tinggi — ini disebut TDEE (Total Daily Energy Expenditure), yaitu BMR dikali faktor aktivitas. Untuk mengatur berat badan, TDEE lebih relevan sebagai acuan.
Jangan makan di bawah BMR
Karena BMR adalah kebutuhan minimum, makan di bawah angka BMR dalam jangka panjang tidak dianjurkan. Ini bisa membuat tubuh lemas, kehilangan massa otot, dan memperlambat metabolisme. Untuk menurunkan berat, gunakan defisit dari TDEE, bukan menekan asupan di bawah BMR.