Imunisasi adalah salah satu cara paling efektif melindungi bayi dari penyakit berbahaya. Namun banyak orang tua bingung dengan jadwal dan jenis vaksinnya. Artikel ini merangkum jadwal imunisasi dasar dan hal penting yang perlu diketahui.
Kenapa imunisasi penting?
Imunisasi melatih sistem kekebalan bayi mengenali dan melawan kuman penyebab penyakit seperti hepatitis, difteri, tetanus, pertusis, polio, dan campak. Diberikan pada waktu yang tepat, vaksin membangun perlindungan sebelum bayi terpapar penyakit tersebut.
Jadwal imunisasi dasar
Secara umum, program imunisasi dasar mencakup: Hepatitis B saat lahir; BCG dan Polio di usia 1 bulan; DPT-HB-Hib, Polio, PCV, dan Rotavirus yang diberikan bertahap pada usia 2, 3, dan 4 bulan; serta Campak-Rubella (MR) pada usia 9 bulan. Imunisasi lanjutan diberikan pada usia 18 bulan. Jadwal pasti dapat berbeda mengikuti kebijakan terbaru dan kondisi bayi.
Manfaat tiap kelompok vaksin
Hepatitis B melindungi hati, BCG mencegah TBC berat, DPT melindungi dari difteri-tetanus-pertusis, Polio mencegah kelumpuhan, PCV melindungi dari pneumonia dan meningitis, Rotavirus mencegah diare berat, dan MR mencegah campak serta rubella. Kombinasi ini memberi perlindungan menyeluruh.
Bagaimana jika imunisasi terlewat?
Jangan panik jika ada jadwal yang terlewat. Sebagian besar vaksin dapat diberikan menyusul melalui imunisasi kejar (catch-up). Yang penting segera konsultasi ke posyandu, puskesmas, atau dokter anak untuk menyusun jadwal susulan yang sesuai.
Di mana bisa imunisasi?
Imunisasi dasar tersedia gratis di posyandu dan puskesmas sebagai bagian dari program pemerintah. Klinik dan rumah sakit juga menyediakan, termasuk vaksin tambahan yang dianjurkan IDAI.