Kebutuhan Kalori Ibu Hamil dan Menyusui

Dipublikasikan 3 Juli 2026 · HitungSehat

👉 Langsung ke Kalori Ibu Hamil & Menyusui ↗

Kebutuhan energi meningkat selama hamil dan menyusui. Tapi berapa banyak tambahannya, dan bagaimana memenuhinya dengan sehat? Artikel ini menjelaskannya berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Kenapa kebutuhan kalori bertambah

Saat hamil, tubuh bekerja ekstra untuk membentuk janin, plasenta, dan jaringan pendukung. Saat menyusui, energi diperlukan untuk memproduksi ASI. Karena itu, kebutuhan kalori harian ibu meningkat dibanding sebelum hamil.

Tambahan kalori per fase

Mengacu AKG Kemenkes, tambahan energinya kira-kira: trimester pertama +180 kkal, trimester kedua dan ketiga sekitar +300 kkal, ibu menyusui 6 bulan pertama +330 kkal, dan 6 bulan berikutnya +400 kkal. Angka ini ditambahkan ke kebutuhan harian normal ibu.

Bukan sekadar makan lebih banyak

Tambahan kalori sebaiknya berasal dari makanan bergizi, bukan camilan tinggi gula. Prioritaskan protein (telur, ikan, ayam, tahu, tempe), sayur dan buah, serta karbohidrat kompleks. Cukupi juga zat besi untuk mencegah anemia, kalsium untuk tulang, dan asam folat untuk perkembangan janin.

Dengarkan tubuhmu

Rasa lapar dan kenyang adalah panduan alami. Makan dalam porsi lebih kecil tapi sering bisa membantu mengatasi mual di awal kehamilan. Jika mengalami kondisi seperti diabetes gestasional, ikuti anjuran gizi dari dokter atau ahli gizi.

Hitung langsung dengan kalkulatornya

🍽️ Buka Kalori Ibu Hamil & Menyusui →

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah harus makan dua porsi saat hamil?

Tidak. Tambahannya relatif kecil (ratusan kalori), bukan dua kali lipat. Kualitas gizi lebih penting.

Kenapa trimester pertama tambahannya paling kecil?

Karena kebutuhan energi janin masih rendah di awal, lalu meningkat seiring pertumbuhannya.

Apakah ibu menyusui butuh lebih banyak dari ibu hamil?

Ibu menyusui 6 bulan pertama butuh tambahan cukup besar (+330 kkal) untuk produksi ASI.