Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, mengetahui masa subur adalah kunci. Masa subur adalah rentang hari ketika peluang untuk hamil paling tinggi. Artikel ini menjelaskan cara menghitungnya dan mengenali tanda-tandanya.
Apa itu masa subur?
Masa subur adalah beberapa hari dalam siklus haid ketika sel telur siap dibuahi. Puncaknya adalah hari ovulasi, yaitu saat sel telur dilepaskan dari ovarium. Karena sperma bisa bertahan hingga 5 hari dan sel telur sekitar 24 jam, jendela subur mencakup beberapa hari sebelum hingga sehari setelah ovulasi.
Cara menghitung dari siklus haid
Untuk siklus 28 hari, ovulasi umumnya terjadi sekitar hari ke-14 (dihitung dari hari pertama haid). Masa subur berkisar dari hari ke-10 sampai ke-15. Jika siklusmu lebih panjang atau pendek, waktu ovulasi bergeser — ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum haid berikutnya.
Tanda-tanda ovulasi
Tubuh memberi sinyal saat mendekati ovulasi: lendir serviks menjadi bening dan elastis seperti putih telur, suhu tubuh basal sedikit naik setelah ovulasi, dan sebagian wanita merasakan nyeri ringan di perut bawah. Mengenali tanda ini melengkapi perhitungan kalender.
Tips meningkatkan peluang hamil
Berhubungan secara teratur selama masa subur, menjaga pola hidup sehat, mengelola stres, dan menjaga berat badan ideal semuanya membantu. Konsumsi asam folat sejak merencanakan kehamilan juga dianjurkan untuk kesehatan calon janin.
Kapan perlu ke dokter?
Jika sudah mencoba secara teratur selama satu tahun (atau enam bulan bila usia di atas 35 tahun) tanpa hasil, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Siklus yang sangat tidak teratur juga layak diperiksa.