Banyak orang tua penasaran seberapa tinggi anaknya kelak. Meski tidak bisa dipastikan, ada metode perkiraan berdasarkan genetik orang tua. Artikel ini menjelaskannya serta faktor lain yang berperan.
Metode mid-parental height
Metode yang umum dipakai adalah mid-parental height, yang menghitung potensi tinggi dewasa anak dari rata-rata tinggi kedua orang tua dengan penyesuaian jenis kelamin. Untuk anak laki-laki: (tinggi ayah + tinggi ibu + 13) dibagi 2; untuk anak perempuan: (tinggi ayah + tinggi ibu − 13) dibagi 2. Hasilnya berupa perkiraan dengan rentang sekitar ±8,5 cm.
Genetik menentukan potensi, bukan kepastian
Genetik memberi "batas potensi", tetapi apakah potensi itu tercapai bergantung pada faktor lain. Karena itu, dua anak dengan orang tua bertinggi sama bisa memiliki tinggi akhir yang berbeda.
Faktor yang mendukung pertumbuhan tinggi
Gizi seimbang (terutama protein, kalsium, dan vitamin D), tidur yang cukup (hormon pertumbuhan aktif saat tidur), aktivitas fisik teratur, dan kesehatan yang baik semuanya membantu anak mencapai potensi tingginya. Mencegah penyakit kronis dan stunting sejak dini sangat penting.
Pantau pertumbuhan secara berkala
Yang lebih penting dari memprediksi tinggi akhir adalah memastikan anak tumbuh mengikuti kurva pertumbuhannya. Pemantauan rutin di posyandu atau dokter anak membantu mendeteksi dini jika ada gangguan pertumbuhan.