Mengetahui usia kehamilan adalah dasar dari seluruh pemantauan kehamilan. Dari sinilah dokter menentukan jadwal pemeriksaan, tes penting, dan perkiraan tanggal lahir. Artikel ini membahas cara menghitung usia kehamilan dengan tepat serta memahami setiap fasenya.
Usia kehamilan dihitung dari mana?
Usia kehamilan dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT), bukan sejak pembuahan. Ini penting dipahami: karena pembuahan biasanya terjadi sekitar dua minggu setelah HPHT, usia kehamilan selalu terhitung sekitar dua minggu lebih tua dari usia janin sebenarnya. Konvensi ini dipakai seragam oleh tenaga kesehatan di seluruh dunia.
Kenapa memakai HPHT, bukan tanggal pembuahan?
Sebagian besar wanita tahu kapan haid terakhirnya, tetapi tidak tahu persis kapan pembuahan terjadi. HPHT menjadi patokan yang lebih mudah dan konsisten. Jika siklus haidmu tidak teratur atau kamu lupa HPHT, dokter akan mengandalkan USG untuk menentukan usia kehamilan.
Tiga trimester kehamilan
Kehamilan dibagi menjadi tiga trimester. Trimester pertama (minggu 1–13) adalah masa pembentukan organ janin dan sering disertai mual. Trimester kedua (minggu 14–27) umumnya terasa lebih nyaman, dan gerakan janin mulai terasa. Trimester ketiga (minggu 28 hingga lahir) adalah masa pertumbuhan pesat dan persiapan persalinan.
Kenapa usia kehamilan bisa dikoreksi?
USG pada trimester pertama adalah cara paling akurat menentukan usia kehamilan. Jika hasil USG berbeda cukup jauh dari perhitungan HPHT, dokter biasanya akan mengoreksi usia kehamilan berdasarkan USG. Karena itu, angka dari kalkulator adalah perkiraan awal yang berguna, tetapi USG tetap acuan utama.
Kapan mulai memeriksakan kehamilan?
Idealnya, lakukan pemeriksaan kehamilan pertama sebelum usia 12 minggu. Pemeriksaan dini membantu memastikan usia kehamilan, memantau kesehatan ibu dan janin, serta merencanakan tes-tes penting di waktu yang tepat.