Rasio Pinggang-Tinggi: Indikator Risiko yang Sederhana

Dipublikasikan 3 Juli 2026 · HitungSehat

👉 Langsung ke Rasio Pinggang-Tinggi ↗

BMI adalah alat skrining yang populer, tetapi punya kelemahan: ia tidak melihat di mana lemak tersimpan. Di sinilah rasio pinggang-tinggi menjadi pelengkap yang berharga. Artikel ini menjelaskannya.

Apa itu rasio pinggang-tinggi?

Rasio pinggang-tinggi (waist-to-height ratio) membandingkan lingkar pinggang dengan tinggi badan. Rumusnya sederhana: lingkar pinggang dibagi tinggi badan. Prinsip praktisnya: jaga lingkar pinggangmu kurang dari setengah tinggi badan.

Kenapa lemak perut berbahaya

Lemak yang menumpuk di sekitar perut (lemak visceral) mengelilingi organ dalam dan dikaitkan dengan risiko kesehatan lebih tinggi dibanding lemak di paha atau lengan. Rasio pinggang-tinggi menangkap risiko ini — sesuatu yang tidak terlihat dari angka BMI.

Cara membaca hasilnya

Secara umum, rasio di bawah 0,5 tergolong sehat, 0,5–0,6 menandakan risiko meningkat, dan 0,6 ke atas menandakan risiko tinggi. Angka ini indikator awal, bukan diagnosis. Hasil yang tinggi sebaiknya dibahas dengan tenaga kesehatan.

Cara mengukur lingkar pinggang

Ukur setinggi pusar dalam keadaan berdiri rileks, tanpa menahan perut. Gunakan pita ukur yang sejajar lantai dan tidak menekan kulit. Ukur setelah menghembuskan napas biasa. Konsistensi cara pengukuran penting agar bisa memantau perubahan.

Melengkapi BMI

Rasio pinggang-tinggi dan BMI paling baik digunakan bersama. BMI cepat untuk gambaran umum, sedangkan rasio pinggang-tinggi menyoroti risiko dari lemak perut. Bersama, keduanya memberi gambaran kesehatan yang lebih utuh.

Hitung langsung dengan kalkulatornya

📐 Buka Rasio Pinggang-Tinggi →

Pertanyaan yang sering diajukan

Rasio berapa yang sehat?

Umumnya di bawah 0,5, artinya lingkar pinggang kurang dari setengah tinggi badan.

Kenapa lebih baik dari BMI?

BMI tidak melihat lokasi lemak. Rasio ini menyoroti lemak perut yang lebih berisiko bagi kesehatan.

Kapan harus khawatir?

Bila rasio 0,6 ke atas, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk penilaian menyeluruh.